aQ aDalah aQ
Dalam balutan daging yang merupakan belulang yang bernyawa
aQ aDalah aQ
dengan nafasku aq berpijak
dengan kakiku aq berdiri menopang rasaku
dengan tanganku memikul beban sekitarku
dengan pundakku memberi pengayom hatiku
dengan otakku temukan kebuntuan hidup
aQ aDalah aQ
darimu untukku
dariku untukku…
sendiriku adalah ramaiku
ramaiku adalah sendiriku
dalam hening aq berpijak
dalam sendiriku aq bebahagia dan tersenyum
‘aQ adalah aQ,sendiriku adalah ramaiku,ramaiku adalah sendiriku’
dr situ gw disini hanya bs menyimpulkan bahwa sang penulis adalah sosok yg tanpa kepercayaan,dalam arti seakan2 hidupnya sudah tanpa arti,mybe ini bukan tanpa alasan,tp dr situ terlihat jelas bahwa sang penulis adalah sosok yg lemah dan gampang menyerah.sorry about all.kalo mau tau about me,simpulkan sendr dr ketikan di bwh ini:
‘aQ adalah aQ,sesosok merpati kecil tanpa sayap yg berusaha bebas dari sangkar alam raya’aQ adalah aQ,merpati kecil yg slalu tersenyum dalam muka yg terluka,dan aQ adalah aQ,yg masih menanti sesosok elang tuk menerbangkanku ke putih awan yg penuh ketenangan’
penulis saat itu sedang kosong pikiranya
tak tau musti melakukan apa untuk saat itu. sedangkan penyesalan telah menunggunya dalam liank yang mengangan karena dia terlalu bodo membuang percuma waktu yang ada.
sungguh kebodohan itu telah menusuk pikirannya.
kapankah kebangkitan akan menghilangkan kebodoham itu??
harus saat ini…saat bayangannya hadir menuntun waktunya…