aQ aDaLah…

aQ aDalah aQ

Dalam balutan daging yang merupakan belulang yang bernyawa

aQ aDalah aQ

dengan nafasku aq berpijak

dengan kakiku aq berdiri menopang rasaku

dengan tanganku memikul beban sekitarku

dengan pundakku memberi pengayom hatiku

dengan otakku temukan kebuntuan hidup

aQ aDalah aQ

darimu untukku

dariku untukku…

sendiriku adalah ramaiku

ramaiku adalah sendiriku

dalam hening aq berpijak

dalam sendiriku aq bebahagia dan tersenyum

2 Tanggapan

  1. ‘aQ adalah aQ,sendiriku adalah ramaiku,ramaiku adalah sendiriku’
    dr situ gw disini hanya bs menyimpulkan bahwa sang penulis adalah sosok yg tanpa kepercayaan,dalam arti seakan2 hidupnya sudah tanpa arti,mybe ini bukan tanpa alasan,tp dr situ terlihat jelas bahwa sang penulis adalah sosok yg lemah dan gampang menyerah.sorry about all.kalo mau tau about me,simpulkan sendr dr ketikan di bwh ini:
    ‘aQ adalah aQ,sesosok merpati kecil tanpa sayap yg berusaha bebas dari sangkar alam raya’aQ adalah aQ,merpati kecil yg slalu tersenyum dalam muka yg terluka,dan aQ adalah aQ,yg masih menanti sesosok elang tuk menerbangkanku ke putih awan yg penuh ketenangan’

  2. penulis saat itu sedang kosong pikiranya
    tak tau musti melakukan apa untuk saat itu. sedangkan penyesalan telah menunggunya dalam liank yang mengangan karena dia terlalu bodo membuang percuma waktu yang ada.
    sungguh kebodohan itu telah menusuk pikirannya.
    kapankah kebangkitan akan menghilangkan kebodoham itu??
    harus saat ini…saat bayangannya hadir menuntun waktunya…

Tinggalkan Balasan